
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 014 yang bertugas di Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa sosialisasi inovasi produk olahan semangka. Program ini dilatarbelakangi oleh potensi pertanian lokal desa, khususnya tanaman semangka, yang telah menjadi salah satu komoditas utama masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi langsung dengan Masyarakat Desa Mojomulyo sebagai mitra dalam pengembangan potensi desa.
Potensi pertanian semangka di Desa Mojomulyo cukup menjanjikan, mengingat lahan pertanian yang luas dan kesuburan tanah yang mendukung budidaya buah ini. Namun demikian, dalam praktiknya, masyarakat sering menghadapi berbagai tantangan, terutama saat musim panen raya. Salah satu permasalahan utama adalah anjloknya harga semangka secara tiba-tiba, serta menurunnya kualitas sebagian hasil panen yang menyebabkan buah tidak layak dijual. Dalam kondisi seperti ini, banyak petani memilih untuk membuang semangka yang rusak atau terlalu matang karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif untuk menciptakan inovasi pengolahan semangka menjadi produk bernilai tambah, yang dapat memberikan solusi konkret bagi petani dan masyarakat setempat. Melalui pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan pengolahan limbah pertanian, dikembangkan dua produk utama: selai semangka dan manisan kulit semangka.
1. Selai Semangka
Selai semangka merupakan olahan dari daging buah semangka yang dimasak dengan tambahan bahan-bahan sederhana seperti gula dan perasan lemon. Produk ini sangat cocok untuk dijadikan menu sarapan, terutama bila dipadukan dengan roti tawar atau biskuit. Selain rasanya yang manis dan segar, selai semangka juga memiliki daya tahan simpan yang cukup lama dan berpotensi untuk dijadikan produk unggulan UMKM desa.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya takaran gula yang seimbang, agar produk tetap sehat dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan lansia. Selain itu, selai semangka dapat dikemas dengan menarik untuk menambah nilai jual dan daya saing produk di pasar lokal maupun daring (online).
2. Manisan Kulit Semangka
Inovasi kedua adalah pemanfaatan kulit semangka yang selama ini dianggap sebagai limbah dan dibuang begitu saja. Padahal, bagian putih dari kulit semangka masih layak konsumsi dan kaya akan serat. Dengan teknik pengolahan yang tepat, kulit semangka dapat diolah menjadi manisan yang lezat dan menarik, tidak kalah dari manisan buah lainnya yang lebih umum dikenal masyarakat.
Manisan kulit semangka memiliki rasa manis, tekstur kenyal, dan dapat menjadi camilan sehat sekaligus menarik secara visual. Produk ini tidak hanya bermanfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga merupakan upaya reduksi limbah pertanian, yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat diajak untuk melihat limbah sebagai bahan baku potensial, bukan sebagai sampah yang tidak berguna.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Kolaborasi 014 tidak hanya menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa, khususnya dalam aspek ekonomi kreatif dan pengelolaan sumber daya lokal.
Inovasi produk berupa selai semangka dan manisan kulit semangka diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan harga dan limbah semangka, serta menjadi ide usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat Mojomulyo. Ke depan, program ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan lanjutan, pendampingan usaha, dan dukungan pemasaran agar benar-benar bisa menjadi bagian dari penggerak ekonomi desa yang tangguh dan mandiri.